Friday, February 19, 2016

the ITP and me


Ini insulin drip (begitu saya menyebutnya)..mengingatkan pada vietnam drip yang kopinya pelan pelan menetes melewati saringan..menimpa susu kental manis..yummy..(lah kenapa jadi ke kopi)

4 September 2015, setelah didera infeksi selama dua minggu sepulang dari perjalanan ke Peundeuy untuk menjadi saksi perayaan 17 Agustus - yang selalu sayang untuk dilewatkan karena banyak sekali objek foto yang menarik- saya akhirnya masuk RS. Dirawat dengan suspect DB karena demam 4 hari dan trombosit 65.000. Hari ke dua di rumah sakit trombosit saya sudah meluncur ke angka 10.000 belum ada kecurigaan apa apa kecuali masih karena DB. Hari ke 3 meluncur turun ke angka 5000 dan hari ke 4 naik ke angka 19000. HAri berikutnya naik ke angka 31000 kemudian turun ke 26000 dan tiba tiba di hari ke 6 perawatan trombosit menurun tajam ke angka 3000 sehingga diputuskan untuk diberikan transfusi trombosit.

Rasanya apa ya waktu itu... tidak berasa apa apa kecuali pasrah saja. Karena dari awal masuk RS pun badan saya sebenarnya baik baik saja, demam sudah mereda , tidak terasa pusing dll. Jadi tiap hari pekerjaan saya hanya menunggu hasil laboratorium. Memang kecurigaan adanya trombositopenia berat telah terindikasi ketika diberikan transfusi malah drop ke angka 1000. Dan sejak itu sepertinya saya mulai diberikan terapi dengan obat obatan dewa (kortikosteroid), yang katanya obat segala rupa penyakit tapi dengan efek samping yang dewa pula
Diberikan steroid gula darah saya gila gilaan sampai hampir mencapai angka 500 sehingga terpaksa ketika diberi terapi steroid saya pakai insulin drip ini. Supaya kondisi gula darah bisa ditekan agar menjadi normal.
Dan setiap hari selama hampir 15 hari di rumah sakit yang terjadi adalah up and down angka trombosit. Saya mulai memahami apa itu khauf dan roja (harap dan cemas), betapa Allah meminta saya belajar banyak dari sakit ini. Apalagi di saat bersamaan ica harus pergi ke tanah suci untuk naik haji sekaligus melakukan tugas disana.

Yang aneh adalah saya yang biasanya penuh rasa ingin tahu, berlagak so'tahu berbekal googling saat itu lebih banyak pasrah, diam, mengikuti perintah dari sana sini (minum ini itu dan makan segala rupa suplemen yang diberikan beberapa orang). Saya sudah tidak peduli saya sakit apa dan seberapa gawat dan mengerikannya penyakit ini karena saya disibukkan dengan ritual harian saya mendekati Allah kembali. Yang ada di kepala saya adalah sakit adalah penebusan dosa, dan Allah menunggu saya meminta dan mendekat kepada Nya. Bahkan saya tidak merasa bosan di RS (padahal tidak membawa laptop/gadget untuk bekerja)

Tapi sepertinya saya seperti biasa salah membaca petunjuk Nya..
Tiba tiba ketika trombosit saya yang sudah naik ke angka 19000 turun kembali ke angka 11000 saya meminta doa pada suami dan murabi saya ketika mereka berada di tanah suci untuk membantu dimohonkan kepada Allah apa yang harus saya lakukan. Karena di titik itu, berbagai polemik mulai bermunculan, dari mulai pindah RS ke RSHS atau RSCM untuk mendeteksi lebih lanjut apa penyakit saya (saat itu masih suspect ITP). Bahkan beberapa teman menyarankan untuk pergi ke Singapura .

Dan tiba tiba tanggal 16 September di pagi hari saya seperti orang yang dibangunkan dari pingsan.
Saya sadar bahwa saya harus berbuat sesuatu..dan mulailah saya mencari di google,berdiskusi dengan teman saya yang direktur sebuah lab klinik dan beberapa teman dokter. Diputuskan untuk mengutus adik saya dan salah seorang teman dekat saya yang baik hati (thanks to k aryanti) mencari second opinion dengan membawa hasil lab saya selama di RS ke seorang hematolog di Bandung,
Dan hasilnya memang menurut dr tersebut sepertinya saya ITP dan dengan kondisi saya sebetulnya tidak perlu dirawat di RS karena hasil lab saya semua bagus kecuali trombosit yang masih berkisar 17000.
Sejak saat itu diputuskan bahwa saya akan keluar RS (pulang paksa) dan melanjutkan perawatan di rumah dengan menjaga diri supaya tidak perdarahan dan tetap melanjutkan terapi steroid dengan kontrol per dua hari ke dokter.

Saya merasa bahwa saya ini jenis manusia yang sering salah 'membaca' petunjuk Allah... saya benar benar sering tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Tapi salah seorang senior saya berkata bahwa ini kesempatan saya mengenal diri saya.. (maka ketika manusia mengenal dirinya maka ia akan mengenal pencipta Nya). Dan saya pun menjalani sebulan berada kembali di rumah orangtua saya dengan kondisi trombosit yang sempat drop kembali ke angka 2000. Seperti laiknya seorang pemula..dipenuhi dengan rasa was was, ketakutan akan perdarahan dan banyak hal membuat saya menikmati berada di dalam rumah. Dan semenjak itulah hidup saya berubah...

ITP dengan penyebab yang tidak jelas dan pemicu perdarahan yang bisa tiba tiba terjadi karena lelah dan stress menjadikan saya harus mencoret beberapa hal dari kehidupan saya.
Dimulai dengan cuti mengajar di PTS, mengalihkan sebuah event besar (xatrya.bdg) pada Fani (terimakasih sudah menawarkan diri untuk menggantikan), memberitahukan BCCF (tempat paling nyaman dan passionate yang saya jalani selama 2 tahun terakhir) bahwa saya tidak bisa terlalu aktif kembali sampai sempat terpikir bahwa Ecoethno bisa jadi akan stagnan selama beberapa waktu karena kegiatan yang full fisik dan butuh energi.
Dan saya mulai menikmati hari hari yang santai dengan kembali memasak untuk diri sendiri dan anak anak, melakukan kegiatan sangat ringan dengan laptop tidak lebih dari 3 jam perhari, dan bermain bersama bayi kecil yang mirip ara waktu kecil...

Is it heaven on earth ? I dont know...
lets see...




Setelah tiga tahun

Tiga tahun ya sejak terakhir menulis..
Rasanya seperti baru tiga bulan yang lalu,

Sebenarnya banyak sekali peer menulis disini. Banyak hal terjadi dalam tiga tahun, 
Sebuah jiwa yang mulai dibangunkan, raga yang hancur menebus dosa, dan terlibat dalam hidup yang dinamis...
Ingin rasanya menulis semua hanya dalam satu dua alinea 
Tapi sayang untuk dilewatkan...
hidup saya tiga tahun ini berwarna warni, sangat indah...
Seperti warna warna yang kita dapatkan ketika menaiki roller coaster...
Meskipun buram tetapi indah..masih bisa menangkap warna warna merah, biru, oranye, hijau, kuning..
Masih bisa merasakan angin keras berhembus di wajah dan debar jantung berdetak keras...

so..I am gratefull to have my life now...


Thursday, December 12, 2013

Go around and meet peoples !

Go around, meet peoples, see how do they work..
and then we will have experiences to connecting the 'dots'

Banyak kalimat kalimat bermunculan dari orang ini seakan hal hal yang dibicarakan sudah embeded dalam dirinya . Ia bercakap mengenai menjadi seorang pemimpin yang inovatif semudah kita bicara tentang masa kecil kita, tidak banyak teori..tapi semua bermakna dan mengena.

Awalnya beberapa bulan yl saya sempat membaca blog dan twitter @handryGE selintas saja. saya waktu itu hanya berfikir, manusia ini sepertinya manusia yang istimewa. Tapi sejauh apa keistimewaannya karena saya belum pernah bertemu , maka saya fikir dia seperti halnya orang orang yang meraih kesuksesan di usia muda , menjadi manusia Indonesia pertama yang menduduki jabatan CEO General Electric. Tapi saya yakin, Handry Satriago tidak hanya istimewa karena prestasinya, dia istimewa karena meraih itu semua dengan keterbatasan fisiknya.

Tidak salah feeling saya bahwa saya harus bertemu manusia satu ini..dan kesempatan itu saya dapatkan ketika melihat twitter bahwa akan ada acara Akber (akademi Berbagi) di Bandung menghadirkan beliau.

Dan malam itu, di cuaca yang dingin dan basah setelah kota Bandung seharian diguyur hujan, kurang lebih 30 orang berkumpul dan berbagi. sebagian besar berusia muda , mahasiswa atau yang baru lulus kuliah. Sepertinya hanya saya dan teman saya yang berusia diatas 30 tahun. Tapi tak apa, karena belajar itu sampai liang lahat kan?

Banyak tips tips menjadi seorang pemimpin yang inovatif diberikan beliau, dari mulai jangan takut mencoba sesuatu yang baru, bahwa bisnis kita harus memperhatikan 'costumer need first',bagaimana sebuah 'value' diciptakan dan branding terbentuk dengan kuat..

Banyak seminar dan ceramah bisnis mengupas soal branding dan values, tapi dia mengupas dengan indah, membawakan dengan 'passion' dibalik kalimat bercampur bahasa inggris. He's passionate.
Saya menandai beberapa hal..terutama mengenai bahwa untuk berinovasi menjadi kreatif yang kita butuhkan adalah wawasan. wawasan adalah 'the dots' , ketika kita mengalami sesuatu, mencerap sesuatu, menangkap makna dari bacaaan maka itulah titik titik yang bertebaran di sel sel berwarna abu abu di kepala kita menunggu sebuah keterhubungan..
Dan ketika sebuah kesulitan datang, tantangan menghadang maka setiap titik itu akan tersambung satu sama lain, menyumbangkan wawasan, memberikan inspirasi baru atas pemecahan masalah.
Dan apa jadinya ketika kita kurang wawasan dan pengalaman ? there's no dots in our mind, then if theres no dots at all then how we connect the dots, rite?
Dan saya seperti mendapatkan legalisasi atas perbuatan perbuatan saya selama ini, yang tidak pernah diam , tidak fokus, ingin pergi membawa anak anak berpetualang ke tempat tempat baru, dan selalu ingin mengerjakan hal baru . Mungkin itulah titik titik yang menunggu untuk dihubungkan satu sama lain..menghasilkan kreativitas dan inovasi baru

Banyak hal positif yang saya ambil dari pertemuan tadi malam, kesan sederhana, menghargai setiap orang dengan baik tertanam kuat. Tidak ada judging ketika salah seorang peserta membicarakan figur para pemimpin kita, dia hanya mengatakan "Do the right things right..' mengerjakan sesuatu yang benar dengan cara yang benar pula. thats it..

Dan kebersahajaannya semakin terasa ketika saya menyodorkan buku "Tak Akan Menyerah" dan bicara bahwa saya salah satu penulis dalam buku itu dengan serta merta dia meminta tandatangan saya sambil menyobek plastik pembungkus buku . waaa..kagetnya..dan saya menangkap bahwa ketulusan, kebersahajaannya bukan basa basi semata, dia memang terlahir dan besar dengan jiwa besar.

congrats  @handryGE you've already find yourself

Saturday, December 7, 2013

Tak Akan Pernah Menyerah


Rasanya saya tidak akan pernah dapat membaca buku itu untuk kedua kalinya
Tidak..bukan karena tulisannya tidak enak dibaca atau pun tidak menarik..
Tetapi karena saya merasa sangat terlibat dengan semua penulis dalam buku itu
I know them personally...

Ketika buku 'Tak Akan Menyerah' akhirnya sampai di tangan, perasaan saya campur aduk karena ini buku kedua yang saya hasilkan setelah buku 'Petualangan Alam' yang ditulis bersama suami saya,Ihsan beberapa tahun yl. Lebih banyak rasa haru sebetulnya dibandingkan rasa bahagia karena telah dapat membuat jejak jejak baru selain di blog dan media sosial lainnya. Terharu seperti laiknya seorang ibu yang mengandung seorang bayi, tertatih dalam proses, merasakan energi yang terkuras karena ini bukan fiksi..karena meskipun hanya dalam delapan lembar pun harus menceritakan secuil hidup saya yang tidak ada apa apanya dibandingkan 9  wanita lain dengan ketangguhan luar biasa mereka.

Menulis mengenai hidup, kebahagiaan, kesedihan dan perasaan itu tidak mudah, karena energi yang berlimpah ruah dan semua rasa bercampur aduk seperti halnya pregnancy blues yang dirasakan seorang ibu yang menanti kelahiran jabang bayi. Dan ketika waktunya tiba, sang jabang bayi terlahir, seluruh energi terlepas, dan saya tersadar bahwa salah satu bagian hidup saya dan 9 penulis lainnya  menjadi bagian dari publik dan reaksi atas kelahiran sang jabang bayi akan bermunculan..

Dan ketika 500 eksp buku telah terjual hanya dalam waktu kurang dari dua minggu saya berdebar debar menanti komentar awal dari para pembaca..maklum para penulis adalah penulis amatir macam saya yang sebelumnya belum pernah menuliskan buku - kecuali kak Sari Meutia.

Reaksi pun  berdatangan dari para pembaca awal yang kita kenal...
sebagian besar meresapi hikmah dalam buku itu dan menyampaikan komentarnya

Guru anak saya berkata 'Saya baru membaca dua tulisan dan saya tidak mampu menahan tangis saya, semoga Allah terus memberi kekuatan pada bunda dan penulis lainnya .'

sebuah grup whatsapp membahas isi buku tersebut sampai tengah malam dengan kesimpulan 'Masalah kita tidak ada apa apanya ya dengan mereka..dan tak layak kita sering misuh misuh..'

Bahkan beberapa teman yang sering bergaul bersama saya dan Mba Niken tidak menyangka di balik obrolan santai, tertawa cekikikan sambil sarapan bersama ternyata ada seorang wanita penderita penyakit berat dan seorang wanita yang pernah mengalami berkali kali kesedihan yang sangat mendalam ketika ditinggalkan anak anak yang dicintainya...

Reaksi dari para pembaca awal itu membuat saya sangat terharu karena akan sangat banyak yang mendoakan kami diberi kekuatan, kesehatan, dan ketabahan . Pada dasarnya kami wanita biasa, yang ketika lelah,putus asa merasa ingin menyerah. Saya sangat sadar bahwa sangat mungkin ada lebih banyak wanita dengan masalah sehari hari yang jauh..jauh lebih berat daripada yang dialami para penulis dalam buku ini..

Tapi paling tidak akan ada saham di negeri akhirat sana yaitu ada suatu masa ketika orang membaca buku itu, terinspirasi, mendapatkan energi baru dan merasakan perasaan senasib sepenanggungan . Dan ketika doa terucap untuk kami - yang bisa jadi suatu masa itu kami sudah tidak ada di sini- itulah yang akan menjadi saham . Bukankah ilmu yang bermanfaat itu yang akan mengalirkan energi penggugur dosa selama di dunia?
semoga...

Dan sungguh saya menulis ini sambil terharu biru dan penuh rasa syukur karena 'wanita..kita tidak sendiri...'


ps
Mengundang semua untuk hadir di talkshow mengenai rahasia kekuatan wanita dan launching buku 'Tak akan menyerah'

Sabtu,21 desember 2013, 12.30 -17.00 GSG salman ITB, jl ganesha Bandung
free entry
rsvp :08121405647
twitter :@AABCommunity


 

Wednesday, December 4, 2013

dunia yang dilipat..

seseorang menulis dengan huruf besar, berulangkali mem'ping', memakai tanda seru seakan hal penting di dunia adalah yang ingin dia katakan, tanpa melihat apakah lawan bicaranya sedang rapat penting, menyetir atau bahkan hanya sekedar kehabisan batere sehingga telat me respons

Itulah dunia maya, ketika beberapa tahun belakangan betapa semua manusia menjadi dekat satu sama lain, waktu dan jarak pun tidak menjadi hambatan, dunia seakan dilipat. Kita bisa merasa sangat dekat, merasa seperti saudara kandung, mencintai bahkan merindukan manusia manusia yang entah ketika mengetik di dunia maya bisa jadi tidak mewakili kondisi sebenarnya, dilakukan sepintas lalu, tidak serius, bahkan bisa jadi sambil ngupil :D.

Itulah teknologi, seperti dua sisi pedang..yang bisa mengasah dan meraut sebuah pensil menjadi tajam atau malah 'memacung' kepala kita sebagai user. Beberapa kali saya membuktikan 'citra' sesuatu dapat dibentuk dengan mudah melalui media internet, tinggal hujanilah para follower dengan membuka diri kita seluas luasnya dan konsistenlah dengan citra itu dan tadaaa...kita akan dikenal dengan labelling tertentu. Marketing saya pikir sangat berhubungan dengan hal ini, ketika kita mencitrakan diri sebagai bagian dari sebuah komunitas, perusahaan, organisasi tertentu maka label kita akan menjadi citra lembaga apalagi ketika kita dalam posisi menjadi pimpinan.

Namun di sisi lain banyak jebakan dalam dunia online , berkali kali saya terjebak dalam pembicaraan berkepanjangan, berbelit belit hanya membahas hal yang sebetulnya tidak urgent dalam sebuah grup online atau komentar status di facebook dan pada akhirnya yang tersisa energi yang habis, exhausted dan kadang diakhiri dengan 'framing' dan 'stereotyping' pada satu dua orang yang melekat. sangat disayangkan ketika seseorang merusak citra diri dengan 'gaya menulis' yang tidak tepat - bisa jadi berbeda dengan dirinya yang sebenarnya - diperparah dengan tidak menempatkan rasa bahasa pada tulisan akhirnya menjadikan citra dirinya meluncur tajam.Untuk manusia dewasa selaiknya menggunakan social media dengan bijak karena para pengguna media online yang sifatnya sangat pribadi masih membutuhkan manusia yang mencerminkan diri sendiri, mempunyai 'online manner', dan memakai gradasi komunikasi yang tepat.

Saya sendiri sedang berusaha sangat amat keras untuk menghentikan diri saya menekan tombol narcistic dalam diri dengan mengurangi 'pengumuman pada seluruh dunia' tentang hal hal yang pribadi dan mulai mengalihkan social media sebagai ajang branding ecoethno dan beberapa hal yang sifatnya organisasi yang dilekatkan pada figur pribadi. Belum lagi energi saya habis untuk setengah mati menahan agar tidak bersikap  'sinis' dan 'menyerang' pada orang lain secara online  karena ketidaksabaran dalam menghadapi orang orang yang tidak mempunyai orisinalitas (misalnya meniru gaya online branding orang lain dalam segala hal) berfikir lambat, sulit menangkap makna, terlalu banyak komentar dan wall yang penuh dengan keluhan..(ini saya lagi mengeluh juga yak :D). ..

so thats it..
sometimes we never know which one is the best part or worse...
maybe i am the part of the worse...sigh


Monday, November 18, 2013

Wanita..engkau tidak sendiri...

Berbicara soal wanita memang tidak ada habisnya. Mahluk unik dari 'planet'yang berbeda dengan pria, men are from mars, women are from venus. Sehingga 'bahasa' yang digunakan pun berbeda,wanita penuh dengan detail, kata kata, dan bicara untuk melepas ketegangan..sementara pria kembali ke 'gua' nya, berdiam diri, berfikir ketika mencari solusi..
Tidak ada yang salah dengan keduanya..
Namun wanita terbukti pintar memainkan perannya,mereka bisa berperan menjadi seorang ibu yang lemah lembut, seorang partner yang mengatur semua detil detil bak organizer handal di keluarga, seorang kekasih yang selalu siap menjadi tempat berlabuh suaminya dan seorang pengurus keluarga yang menyimpan lelah, airmata dan kekesalan hanya di dalam hati dan cukup dengan berbincang dengan sesama wanita semua rasa negatif akan hilang berganti dengan keceriaan ketika bersama keluarga..

Dan saya melihat kekuatan wanita pada seorang wanita berhati baik seluas samudera dan kesabaran sedalam lautan..
Dia melalui sekian belas tahun hari harinya untuk menjadi pendamping suaminya ketika melalui jalanan panjang hampir 200 km memakai sepeda motor di jalan berbatu yang rusak hanya untuk membeli buku buku pelajaran untuk murid murid di smp gratis mereka di sebuah desa terpencil nun di ujung selatan kabupaten garut.
Sangat wajar untuk semua manusia mendambakan kehidupan dunia yang mapan, nyaman, dan serba berkecukupan. Namun panggilan jiwa membawa wanita ini pada kehidupan lain yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Bahwa ia harus membantu suami membuat makan pagi untuk sekian puluh murid di sekolah gratisnya agar anak anak di desa itu mau bersekolah dan mungkin dia menyembunyikan rasa lelah dan pilu melihat kondisi sekitarnya di balik doa doa . Kekuatan dahsyat lah yang akhirnya membawa wanita ini pada kondisi memilih, ketika anak anak mereka harus terpisahkan di usia dini karena harus melanjutkan ke jenjang sekolah yg lebih tinggi yang hanya bisa di dapatkan di perkotaan sementara ia pun terbentur pada puluhan murid murid yang harus ia ajar setiap hari di sana, karena guru yang ada hanya ia, suaminya dan satu orang penduduk asli desa tsb.

Berbagai cobaan dalam hidup, suka duka wanita ini hanya satu dari 10 penulis yang bergabung dalam buku ' Takkan pernah menyerah'. Buku kecil yang ditulis oleh wanita wanita biasa biasa saja dengan pengalaman hidup masing masing ini adalah sebagian kecil cerita tentang bagaimana para wanita dengan kekuatan diri, ketabahan dan saling berpegang tangan dengan wanita lain menjadi kekuatan dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah. Semoga inspirasi dalam buku ini dapat memberi kekuatan pada wanita lain di seluruh belahan penjuru dunia bahwa Engkau tidak sendiri...

*buku yang disusun oleh komunitas AAB ini akan diluncurkan dalam talkshow gratis memperingati hari ibu : 'tak kan menyerah'
Supported by : Mizan,BCCF,Pas itb
21 desember 2013,gsg salman itb jam 13-16
Rsvp by twitter : @AABcommunity
08121405647


Sunday, October 27, 2013

Dunia yang serba resah gelisah

Saya menulis ini beberapa hari setelah bertemu seorang teman lama.
Banyak orang mungkin termasuk saya selalu dipenuhi 'keresahan' atas apapun. Kalau tidak resah dalam hubungan manusia ya resah melihat kondisi sekitar. No wonder kalau saya buka kerudung pasti banyak yang terheran heran melihat uban di kepala wanita berparas anak mahasiswa tingkat 1 (hayaaaahhhh...mahasiswa s3 kali) .
Dan manusia selalu mencari jalan untuk melepaskan rasa resah, dengan cara masing masing pastinya, ada yang selalu membutuhkan teman untuk mendengarkan dia di jam makan siang, ada yang 'berisik'di socmed dengan status dan tulisan, ada yang tidak henti 'bicara' di grup grup bbm, whatsapp atau mailing list, dan ada yang menulis dalam blog. Tapi itu wajar, karena manusia itu mahluk sosial kan? Dia butuh manusia lain..
Bagi saya 'yang entah kenapa selalu menjadi tong sampah dari keluh kesah teman teman dekat' Saya melihat banyak hal yang kita takut dan resahkan karena sebetulnya bersumber dari ketakutan dan bayangan yang diciptakan kita lho..

Contoh, untuk resign dari sebuah perusahaan yang membuat kita nyaman selama ini dengan gaji tetap  kemudian beranjak menjadi wirausahawan itu butuh kekuatan maha dahsyat terutama bagi laki laki sebagai kepala keluarga. Pastinya bayangan akan anak istri yang telantar karena penghasilan yang berubah menjadi tidak tetap begitu menghantui. Atau bagi wanita yang tidak bekerja, ibu rumah tangga, merasa tidak punya kapabilitas dan eksistensi, maka kehiilangan suami dalam bentuk apapun menjadi monster menakutkan sehingga ketika ada kondisi tertentu yang berarah pada 'kehilangan suami' resah dan panik menghantui..
Mari kita berfikir ulang, apakah ada di muka bumi ini yang tidak mendapatkan rejeki kalau dia berusaha? Meskipun usahanya adalah memasak nasi kuning di pagi hari dan menjualnya di halaman rumah.mungkin yang membuat resah adalah bagaimana hawa nafsu kita telah memenjarakan kita dalam simbol simbol status. Status istri berkecukupan yang bisa beli ini itu dengan bebas, bergaul ala sosialita yg berkutat di arisan,make up dan model baju terbaru, atau status suami yang bisa membawa anak istri liburan setiap 6 bulan,membanggakan sederet aset atau memanjakan anak anak dgn gadget terbaru..
Tapi sebenarnya apa sih cukup itu ?

Mungkin supaya hidup tenang , bahagia dan tidak panik meskipun jumlah uang di tabungan menipis atau bahkan tidak punya tabungan..kita musti me redefinisi kan kembali kata 'cukup' . Karena ketika kita tidak merasa cukup, disanalah sumber semua resah.
Suami yang tidak cukup baik untuk istri, istri yang tidak cukup berbakti bagi suami, rumah yang masih tidak cukup lapang untuk keluarga,sekolah yang tidak cukup baik untuk anak anak..semua dirasa selalu tidak cukup

Saya selalu percaya otak bisa di setting, menghadapi apapun dan merasa cukup itu adalah masalah setting. Dan jangan pernah melihat pada orang lain karena rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput di rumah kita.

Dan saya selalu mengingat ingat sebuah kalimat yang saya sendiri lupa dikutip dari mana -kalau tidak salah dari rumi-
Die before death..
Matilah sebelum mati..
Pandanglah dunia seadanya dan secukupnya...

Friday, October 18, 2013

Dan berhentilah memaki...

Daripada mengutuk kegelapan
Lebih baik nyalakan lilin

Dua kalimat dari anies baswedan itu ternyata kekuatannya hebat, bisa menggiring 400 manusia muda dari berbagai latar belakang pendidikan yang baru lulus kuliah untuk membaktikan diri menjadi pengajar muda di pelosok negeri selama setahun.

Bukan itu yang akan saya bahas kali ini.  potensi intelektualitas dan keterbukaan arus komunikasi dan informasi  saat ini menjadikan manusia lebih mudah menangkap berbagai macam fenomena sekaligus mengkritisinya. Media informasi dengan keran kebebasan seluas luasnya membuat kita mudah mencurahkan segala kritik, protes, masukan melalui social media. Bahkan salah seorang teman saya pernah  berkomentar bahwa 'tembok ratapan' itu sudah berpindah dari yerusalem nun jauh disana ke wall di dinding fb kita atau kicauan twitter.
Di Satu sisi ini hal yang menggembirakan, bagaimana jarak, waktu dan ruang menjadi tiada arti. Di sisi lain, kecenderungan untuk banyak bicara menjadikan kita merasa bahwa dengan bicara, menulis, mengeluh, maki maki sudah menuntaskan kewajiban kita sebagai warga negara yg baik misalnya. Pastinya bakal banyak kalimat sejenis dengan 'saya sudah bayar pajak, pemerintah dong harua kerja keras'


Tidakkah terpikir bahwa negara atau kota deh yg scope nya lebih kecil akan memenuhi harapan kita menjadi tempat yang nyaman untuk dihuni kalau kita , bagian terbesar dari sebuah kota hanya bisa memaki, bersorak dari jauh tanpa pernah mau menggerakan diri, menggerakkan keluarga atau masyarakat sekitar untuk paling tidak melakukan sesuatu yg sederhana.

Saya sangat percaya bahwa pergerakan dengan adanya engagement (keterikatan sukarela) akan membawa energi besar pada perobahan dibandingkan setting program yang sifatnya top down. Banyak gerakan yang membawa pada keberhasilan melalui proses melibatkan semua orang bahwa banyak masalah di kehidupan kita itu bukan masalah pemerintah atau negara saja, tetapi itu menjadi masalah kita. Contoh, ketika banjir sudah melanda satu sektor diperkotaan karena letak daerah itu di bawah jalan raya sehingga ketika hujan air tumpah ruah ke perkampungan, maka masyarakat tidak lah sulit untuk diarahkan membersihkan selokan atau mengakomodir gaya hidup 'zero waste' . Dan itu adalah energi positif seperti halnya gerakan indonesia berkebun, gerakan indonesia mengajar dll. Itu karena masyaraka sudah mulai merasa bahwa masalah bukanlah semata berada di pemerintah sana, tetapi disini di dekat kita.

Sisi lain, ketika kita memaki, mengkritisi dengan energi negatif , maka yang terjadi adalah kacamata kita akan selalu berada dalam lensa negatif, hati kita akan selalu memandang dengan nyinyir mencari cari salah siapa dan bukan solusi kecil apa yang harus saya lakukan untuk membantu. Dan saya angkat topi tinggi tinggi untuk banyak relawan pekerja sosial di kota ini yang tidak perlu terlalu banyak mengutuk kegelapan, tetapi berusaha menyalakan lilin meskipun lilin itu kecil dan redup.tapi bukankah apabila ada ribuan lilin yang dinyalakan yang ada adalah terang di sekeliling kita ?


#curcol setelah seharian berjalan d sebuah kelurahan di kota bandung dan bertemu seseorang yang menginspirasi

Saturday, October 12, 2013

Berhenti dan bersandarlah

Pernah terpikir tidak bahwa kita ini selalu merasa bahwa pikiran kita ini membawa kita pada kebenaran sejati. Karena kita merasa bahwa kita ini paling baik, paling pintar dan paling kritis...
Sehingga kadang merasa bisa memverifikasi apapun, bisa membuktikan bahwa kita tidak butuh apapun kecuali egoisme diri merasa paling hebat. Dan pada akhirnya keresahan tidak akan berhenti menemukan sandaran

Time flies..my dear friend
saatnya kita berlabuh, di pantai manapun , menikmati matahari, menikmati ombak dan yang terpenting menjadi diri yang lebih santun, merendah dan berserah diri pada Tuhan..
karena kita tidak pernah tahu kesombongan fikiran kita akan membawa kita kemana..
Minds are beautiful..but still we should have a heart..
Ketika pikiran membawa pada menilai orang lain, menghina dan mencerca, maka dimana yg namanya nurani..sepertinya hati tidak pernah membawa kita untuk menganggap orang lain selalu buruk. Karena hati itu jujur, kalau kita selalu 'mendengar'

Hedeuh ini saya meracau..

Thursday, October 10, 2013

The city we have...

What we can do for our city?
Just stop talking and do something..

Banyak hal sebetulnya yang bisa kita lakukan untuk membuat bandung minimal menjadi kota yang layak huni. Aspek humanis sebuah kota yang nyaris hilang sudah saatnya dikembalikan. Romantisme bandung puluhan tahun yl waktu saya sekolah dasar *meskipun sekolah saya itu di perkampungan urban* menyeruak kembali ketika saya mengikuti perhelatan besar, salah satu penanda sejarah di acara workshop 'design thinking'. Ini bukan hanya workshop biasa, karena selain dihadiri banyak pemerhati kota, desainer, arsitek juga dihadiri oleh aparat pemerintah di kota Bandung.

Selama 3 hari (1-3 okt 2013) kita bercampur baur seluruh peserta dalam kelompok kelompok yang terdiri atas campuran berbagai profesi. Menyenangkan karena kita betul betul merasakan bagaimana kota in dengan masalah masalah 'pergerakan manusia' , transportasi kota, kemacetan dll. Dan saya berada dlm kelompok yang terdiri atas seorang camat, bidang pariwisata , pengembang industri IT, arsitek, dosen dll.

Kita memulai dengan berjalan menapaki jalan cihampelas yang wuihhhh...*ngelap dahi. Mungkin sudah 15 tahun lebih saya tidak berjalan menyusuri cihampelas karena terus terang sama sekali tidak tertarik(setiap lewat paling juga masuk ke ciwalk dan kemudian parkir di dlmnya). Dan ternyata.. Cihampelas itu nyaris tidak punya trotoar..
Berjalan sepanjang kurang lebih 2 km saja mungkin tidak terhitung berapa kali hampir disambar motor, di klakson mobil dan perjuangan gila gilaan untuk menyebrang jalan. Betul betul saya baru merasakan bagaimana 'prilaku manusia urban' karena tema kelompok saya mengamati 'urban ethic' dan mencari solusi melalui pengamatan ini.

Saya melihat prilaku penduduk bandung masih kental, manusia berkerumun , leyeh leyeh di bawah pohon pohon besar sepanjang jalan sambil ngobrol, ngopi, merokok, main catur...tapi laiknya sebuah kota prilaku negatif pun terpapar disini. Terburu buru, parkir dimana pun, bahkan membeli barang di kaki lima pun enggan turun dari kendaraan- walhasil menimbulkan macet panjang. Dan ini yang menjadi perhatian kelompok kita, setelah mengamati prilaku yang 'tidak malu' seperti naik ke trotoar, parkir di trotoar, menyingkirkan pejalan kaki dari trotoar maka kelompok kita memilih 'trotoart' sebagai tema utama.

Hari ke 2 dan 3 workshop dilalui dengan ketawaan, perdebatan sengit, membuat model/prototype, role playing tentang prilaku urban dan diakhiri dengan presentasi di depan seluruh peserta.saya tidak ingin membahas hasil hasil workshop karena semuanya keren keren (termasuk hasil kelompok saya hahaha) yang saya sangat tandai adalah workshop dengan 200 peserta yang berkolaborasi dari berbagai bidang dan 'berempati' terhadap kota yang sakit ini menyisakan hal hal yang baik.

Banyak kelompok yang akhirnya membuat grup di whatsapp untuk ngobrol tentang kota, dilanjut dengan berusaha mewujudkan ide ide asik di beberapa bagian kota. Dan kelompok saya mulai melakukan aksi dengan memulai di jalan braga (karena di kelompok kita ada pak camat sumur bandung yang tidak sabar ingin membuat perobahan) , menerapkan design thinking dalam revitalisasi braga. Bahkan saya mulai memikirkan bahwa program ini asik juga kalau dilakukan oleh anak anak di ecoethno.
Saya yakin ada 200 orang yang mulai menumbuhkan pohon kesadaran dalam dirinya, paling tidak saya mulai sadar bahwa saya ini bagian dari masalah kota dgn ngomel ngomel macet dari balik setir mobil ber cc besar :D. Dan sepertinya saya mulai harus mencoba at least sehari dalam seminggu memakai angkot ke tempat beraktifitas. And its feel good...

Friday, August 30, 2013

14 th and more...

Saya menemukan quotes paling tulus tentang cinta dari anak seorang sahabat

I can not  love you more,mom
Because you can not add more to infinity...

*Whoaaaa... Im sure fizhan will become romantic young gentlemen indeed..

Mari kita bicara tentang cinta dan bersama..
Mengenal seseorang selama 20 tahun itu mungkin hampir seperti mengenal diri sendiri.
Dan saya sudah bersama ica selama itu (no offense, ica itu nama panggilan ihsan  dari saya dan anak2 yg tidak pula membuat kehilangan rasa hormat dan segan pada seorang ayah).

Kita berawal dari pertemanan jangka panjang yang penuh perdebatan sengit dan perkelahian verbal dalam mempersatukan pola fikir dalam kehidupan organisasi tanpa bentuk bernama 'mabupala' yg memberi insight sangat besar pada ecoethno saat ini. Herannya, saya dan dia selalu berbeda mengenai apapun.Dan ini yg selalu dikhawatirkan ibu mertua saya, bahwa kami akan selalu bertengkar setelah menikah melihat perdebatan dalam rapat rapat , telepon yg dibanting setelah diskusi sengit di telepon. Dan ternyata itu salah besar, kita tidak pernah bertengkar hebat setelah menikah.

Tapi sungguh, sejak dahulu kita sangat kompak dalam bermain dan berpetualang karena kita mempunyai cara bermain yang sama..
Di masa pacaran (kalau kata anak mesjid masa 'taaruf' :D) yg anehnya tanpa kata kata 'menyatakan' ala anak muda lebay jaman dulu, kita sdh saling tahu bahwa 6 bulan sebelum menikah kita sudah shifting tidak hanya sekedar teman seperjalanan dan teman berpetualang melalui pandangan mata, perlindungan yang berbeda (sendal sy diselamatkan di sungai hihi...) dan sikap yang penuh kasih . Rasanya aneh juga, saya tidak dilamar dengan gaya jongkok membawa cincin dengan kata 'would you marry me' tapi dgn tiba tiba menanyakan jadwal kapan dia bisa datang melamar. He is full of surprise..

Dan terjadilah...
Mempersiapkan pernikahan dalam 90 hari.. Seru seruan pacaran gaya anak mesjid petualang yang kencannya adalah hunting foto 17 agustusan ke pelosok pakai motor pinjaman, nonton lomba arung jeram di sungai berdua saja, survey muara sungai nun jauh di tasik selatan sana.. Menjadikan kami merasa bahwa kami adalah bayangan jiwa, terpisah satu sama lain namun memiliki kesamaan.

Dua puluh tahun sudah terlewati, saya sudah tidak membutuhkan kata kata cinta dan puisi yang hanya kata (you can download it on google, rite ? :D) karena pasangan saya memberikan bukti bahwa saya adalah semuanya bagi dia . Dia akan menjawab sms saya yang paling tidak penting sekalipun ketika dia sibuk . Selalu meluangkan waktu ketika saya meminta trip untuk bersamanya dan anak2 (beda dgn perkawinan di 10 thn pertama yg sibuk bertengkar krn waktu yang sulit dipersatukan) . Dia tahu saya selalu butuh waktu dan kesempatan untuk diri . He always give a space and a time..
Dan saya selalu sayang padanya karena tidak ada keluhan mengenai masakan tidak enak, rumah berantakan, kopi terlalu manis atau kucing jalanan yang terus bertambah di rumah kami :D.   He always understand...And we have the same way to handle everything...

Dan saya sdh cukup menikmati kebersamaan dengannya ketika menjelajah desa desa, berbincang sambil berdebar  menyetir di jalanan yg buruk , mabuk mabukan kopi setiap malam bersama (kami menghabiskan 1 pitcher kopi hitam setiap malam ketika bersama) ..
Dan tentunya yang sangat saya hargai adalah penghargaan atas setiap jerih upaya saya, kepercayaan seribu persen, kebebasan menjadi diri sendiri dan menentukan banyak hal bersama...

Thanks a lot, love...

*celebrating 20 years of knowing each other and 14 years of marriage.
And we still 2 different person who know how to Apreciate each other..

Tuesday, June 18, 2013

Just let me break my heart...

Enlightened happen when we let suffer entering and break our heart..

Seperti mimpi rasanya menyaksikan 'kebangkitan' kebaikan, welas asih dan cinta sesama menjadi pembicaraan utama dalam public lecture penulis terkenal Karen Armstrong. Itu seperti sebuah oase yang memberi secercah kesegaran di keringnya pembicaran pembicaraan lain,perdebatan tak kunjung henti antar umat beragama bahkan antar golongan golongan dalam agama itu sendiri. Atau pembicaraan mengenai benda ini itu, pencapaian ini itu yang mengeringkan hati dan mengikis kebersyukuran karena selalu mendongak ke atas.

Rasanya sudah sangat lama saya tidak mendengar pembicaraan dengan pokok utama mengesampingkan perbedaan dan mengedepankan persamaan , atau pembicaraan bagaimana membuat diri lebih berwelas asih pada yang berkekurangan atau menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih nyaman bagi kita dan masa depan. Rasa rasanya manusia di jaman ini ketika informasi berseliweran dengan mudahnya di telapak tangan kita dan ketika kicauan siapapun bisa dengan bebas dan mudah diakses dari manapun dengan kecepatan dahsyat, telah merubah kita. Kita menjadi manusia manusia sakit yang selalu ingin disanjung , ingin dipuji dan dan senang membicarakan hal hal kebendaan, pencapaian ini itu yg bersifat fisical berjam jam , beratus hari dalam hidup. I hate that socmed for this..

Kita menjadi manusia manusia yang berusaha mengasah otak dan pendapat kita dengan mengedepankan egoisme pribadi ataupun golongan. Kita berusaha mematahkan pendapat orang lain, saling memakan satu sama lain dan menjadi mudah terlontar kata hinaan dan ejekan dengan mengatasnamakan kebebasan berbicara dan berpendapat.

Dan beberapa hari yang lalu setelah acara singkat yang menyenangkan, saya semakin yakin bahwa diatas semua perbincangan, diatas semua rasa egoisme saya yang terbaik atau agama saya yang paling benar ada hal lain yang seharusnya kita tandai bersama. Bahwa tidak ada agama yang tidak mengajarkan pada kebaikan. Apabila ada orang orang yang mengatasnamakan agama bisa berbicara keras, lantang, menghina dan merasa benar sehingga menyakiti orang lain pun dianggap syah, maka itu bukan bagian dari agama.
Saya melihat ide dasar gerakan Karen Armstrong dengan 'charter of compassion' nya akan melepaskan dari sekat sekat egoisme, sekat sekat golongan dan agama, dan mempersatukan manusia dalam gerakan penuh kasih sayang dan memperlakukan orang lain seperti halnya kita ingin diperlakukan orang lain. Dan hal hal berupa benda, kebanggaan akan pencapaian duniawi sepertinya menjadi tidak penting lagi.

Dan saya merindukan sebuah pembicaraan tanpa membelalakan mata, tanpa saling menjatuhkan, tanpa nada kecongkakan untuk membuktikan lebih baik dari orang lain, tanpa merasa kebenaran adalah milik sendiri.Saya merindukan mata yang berkaca kaca ketika melihat para pemulung di pagi buta yang mencari sisa sampah manusia lain..saya merindukan hati yang berdebar ketika melihat mata anak anak kecil yang merindukan pengetahuan tanpa perlu membayar mahal..

Ah,ternyata saya pernah disana, berada dalam pembicaraan pembicaraan santai di sebuah kedai kopi, di dalam perjalanan panjang menuju tempat tempat yang jarang terjamah, dalam sarapan pagi di depan hawu (perapian untuk memasak di desa). Tidak ada perdebatan yang tanpa diakhiri dengan senyum, tidak ada omong kosong mencari pembuktian kesalahan orang lain, yang ada adalah perbincangan mengenai bagaimana cara kita melakukan sesuatu yang lebih baik untuk orang lain. Dan tidak ada sekat bernama agama, suku bangsa,harta kekayaan dan kelompok ini itu atau rasa curiga pada orang lain. Jadi dimana saya harus mencari kembali perasaan 'patah hati' ketika melihat penderitaan orang lain dibandingkan perasaan senang,bangga dan merasa cukup berbuat ketika baru melakukan hal baik bak setetes air di lautan samudra di semesta..

#menjauh sejenak dari hiruk pikuk pembicaraan entah berantah mengenai kebanggaan semu bernama benda ini itu dan jiwa narsistik..mencari obat bagi diri sendiri

Wednesday, June 5, 2013

Tabir


Tahukah engkau bahwa kadang Tuhan menyibak mata kita, memperlihatkan hal hal buruk disaat kita hanya ingin melihat kebaikan saja di depan mata. Dan itu yang membuat semua tabir terasa terbuka.
Dan disanalah jebakannya, ketika kita bertekad hanya membawa cinta dan kasih sayang dalam hidup dan disaat itu pula keburukan ditampakkan. Sehingga kaki terasa gamang untuk memilih. Memilih memaki keburukan ataukah mencari aspek kasih sayang dan kebaikan di dalamnya...

Tapi yakinlah, saat itu akan terlampaui..mungkin kita hanya perlu mengambil jarak
Melihat dari puncak pegunungan hiruk pikuk di bawah sana
Merasakan sejenak angin dan sepi menerpa wajah
Menyiapkan hati seluas samudera sehingga ketika kita turun gunung hati kita hanya melihat sisi baik, kasih dan sayang dari semuanya.
Dan Dia sudah pasti akan kembali menutup tabir...

Thursday, May 30, 2013

Penemu

Einsten pernah membut alat untuk berbicara pada hantu.edison pernah tidak berhasil menetaskan telur.hubble adalah teleskop yang ada di luar angkasa.

Monday, May 27, 2013

Tangan di bawah atau tangan di atas?

Berani menjadi tangan yang di atas itu memang sulit
Saya melihat banyak orang yang tergila gila dengan status 'menerima, mendapatkan sesuatu dgn gratis atau bisa menawar gila gilaan' dan ini menjadi kebanggaan.
Mari kita kembali melihat, ini dunia sudah jungkir balik kah ketika meminta, memaksa orang memberi pada kita menjadi hal yang lumrah bahkan jadi kebanggaan?
Tidakkah 'mengemis' menjadi sesuatu yang harusnya dihindarkan ? Tidakkah kita malu untuk selalu menjadi tangan yang di bawah? Sementara posisi kita jauh lebih beruntung dari orang yang seharusnya menjadi 'tangan yang dibawah'. Kita masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah, bisa makan di warteg manapun tanpa perlu melirik isi dompet, kita masih bisa membeli sandang paling tidak satu kali dalam setahun ketika lebaran ketika orang lain menunggu makanan sisa dan baju bekas.

Kadang saya miris melihat bagaimana manusia masih merasa kekurangan sementara aset berlimpah, masih mendapat uang setiap bulan dengan rutin sehingga masih 'berhitung' dengan ketat untuk memberi sekedar tips untuk orang yang bekerja mati matian setiap hari, masih berebut untuk mendapatkan 'kemurahan hati orang lain' untuk 'memberi ' pada kita dalam bentuk apapun. Tidakkah kita malu dengan harta yang kita simpan, kita sembunyikan dan harga diri kita sendiri..

Dan kembali, menjadi orang yang iklas memberi untuk orang lain itu sulit..
Selama dunia dengan kapitalisme nya menjerat kita sehingga kita terpaksa menjadi mahluk survivor yang merasa harus berjuang mati matian, bahkan membunuh nurani dan mengesampingkan saudara kita sendiri yang bisa jadi jauh lebih tidak beruntung dari kita tetapi masih punya dignity untuk berkata 'terima kasih, saya tidak perlu disumbang, saya membayar yang saya beli dengan harga yang sesungguhnya'

Alhamdulilah, saya masih melihat banyak orang di sisi lain yang menolak untuk dikasihani, menolak memanfaatkan pertemanan untuk mengambil keuntungan pribadi, menolak menjual harga diri dan nurani...
Dan sepertinya saya harus bersama orang orang seperti itu..supaya saya tidak ketularan jadi kanibal kapitalis yang melahap setiap orang di sisinya karena dia selalu merasa lapar..

*ampun ya Allah kalau saya pernah atau bahkan masih seperti itu saat ini.

Sunday, April 21, 2013

How to appreciate others

Ini adalah sedikit catatan mengenai bagimana sebuah perjanjian pertemuan menjadi salah satu cara untuk menjadikan kita terlihat profesional dalam bekerja atau menjadi manusia sosial yang menyenangkan untuk orang lain

1. Jangan pernah menjanjikan pertemuan tanpa kejelasan waktu. Semua orang tidak hidup untuk menunggu anda sepanjang hari . Bahkan suami/istri sendiripun mempunyai kehidupan dan jadwal sendiri. Dan ingat, kita tidak hidup di dunia percenayangan yang bisa mengetahui pikiran orang lain tanpa bicara. jadi, tetapkan dan bicarakan waktu pertemuan pada orang yang akan ditemui termasuk rentang waktu luang kita untuk bertemu.
2. Tepat waktu menandakan kita menghargai orang yang akan kita temui. Orang lain bukan seperti penjaga keamanan yang bisa standby 24 jam sehari di sebuah tempat. Bahkan kalau bisa kita datang lebih awal 5-10 menit untuk memperlihatkan bahwa kita menghargai perjanjian tsb terutama perjanjian bisnis. 
3. Konfirmasikan apabila mengalami kendala dalam memenuhi janji pertemuan seperti macet,kecelakaan, ataupun tiba tiba kehilangan mood - you can always give a thousands reason -Bahwa kita akan sangat amat terlambat datang atau tidak akan datang sama sekali. Orang akan memandang kita tidak beritikad baik apabila kita baru mengkonfirmasikan terlambat tiba di waktu perjanjian. Apalagi perjanjian di tempat yang berjarak jauh , kita bisa memprediksikan waktu perjalanan misalnya seharusnya kita pergi pada jam 12 siang untuk appointmen jam 14, jelas akan terlambat apabila kita pada jam 13 belum pergi. Sebetulnya cara berhitung ini matematika yang paling sederhana . Jangan sampai kita dikira buta hitung atau tidak bisa baca jam atau tidak punya jam. Kayaknya mustahil karena di handphone pun ada penanda waktu.
4. Prediksikan lama persiapan sebelum meeting, kalau kita suka leyeh leyeh di bathtub berjam jam,memilih baju ber jam jam, harus ngepel dulu di rumah, punya kewajiban yang tidak bisa diganggu gugat buat jd ojeg,harus masak dulu , bangun kesiangan, ga punya alarm , minta ijin sama majikan yang berbelit belit, sediakan waktu yang cukup untuk itu daripada kita menjanjikan di waktu yang mepet.karena sudah dipastikan kita akan telat.
5. Apabila pertemuan melalui jalan jalan  yang rawan macet,bencana alam (longsor, banjir) , jalan rusak, maka ketika kita akan pergi menuju tempat pertemuan  kabarilah orang yang akan ditemui supaya apabila terjadi keterlambatan mereka bisa memaklumi dgn alasan, mungkin dia berenang dulu menyebrangi daerah banjir atau menggali tanah longsor supaya bisa lewat(emangnya mau kemanaa iniii...)
6. perhatikan moda kendaraan yg kita gunakan,kendaraan roda dua akan lebih cepat tiba dibandingkankendaraan roda 4, angkot, delman, bus , gerobak sampah atau berjalan kaki. Predict your time..
7. Ingatlah bahwa setiap orang akan mengingat janji, kalau kita pernah menjanjikan membawa sesuatu barang atau files ,persiapkan sebelum meeting. People love surprise.. Apalagi kalau kita membawakan hal yg sudah lama terlupa.
8. Keep contact, kabari bahwa kita telah pergi menuju tempat pertemuan dan akan tiba dalam rentang waktu yg diperkirakan ,  atau kalau telatnya gila gilaan boleh juga mengarang apabila di jalan dicegat paspampres untuk foto bareng presiden dulu, bertemu richard gere di jalan dan tidak bisa menolak makan siang dulu bersama dia (padahal bisa jadi kita masih tidur di rmah :D) eh tapi bohong ya jadinya hehe.. Dosa tanggung sendiri..
9. Beranilah untuk menggagalkan pertemuan tidak pada detik detik terakhir , apalagi kalau orang yg akan ditemui sudah dalam perjalanan atau sudah sampai di tempat pertemuan. Ketika kita memakai sejuta alasan yg tidak masuk akal , orang lain akan tetap menilai kita membodohi orang tersebut . Berani jujur akan lebih dihargai apalagi dengan keinginan untuk memperbaiki dengan menawarkan perjanjian lain yang mengikuti waktu klien / orang yg gagal bertemu.
10. Keprofesionalan kita dalam bekerja akan diragukan ketika untuk perjanjian meeting santai pun kita sering terlambat, tidak datang dan tidak menepati janji. Dan jangan harap orang lain akan mempercayai kita kalau untuk menjadi tepat waktupun belum bisa dilakukan.

Sekian dan terimakasih (ini materi kuliah atau apa yak)

Wednesday, April 3, 2013

Berpetualang dan menjadi sesuatu..beachventure camp 2013

When a piece of heaven is here..
Then why should we afraid to go..

2 tahun yl saya bersama beberapa keluarga sahabat berkunjung ke sini...pulau peucang..
dahulu..15 tahun yang lalu terakhir kali saya ke pulau ini memberi kesan mendalam terhadap ujungkulon. Peucang yang terletak 2 jam perjalanan laut menyusuri semenanjung paling barat pulau jawa ini boleh dibilang pulau ter indah yang pernah saya temui. 
Bayangan saya dulu ketika pertama kali akan mengunjungi ujungkulon itu seperti akan pergi ke daerah entah berantah penuh dengan binatang buas dan mengerikan. Tapi ternyata salah besar, karena memang saya hanya berdiam di taman jaya dan memasuki hutan tidak sampai ke ujungnya ujungkulon( yg memerlukan perjalanan berjalan kaki berhari2). Saya hanya berjalan memasuki hutan sampai pos penjagaan pertama diantar oleh saudara yg waktu itu bekerja di kehutanan. Whoaaa.. Indahnya hutan di ujungkulon itu eksotis, sepanjang jalan monyet bergelayut dari satu dahan ke dahan lain, bertemu ayam hutan, mendengar suara burung rangkong dari jarak dekat menimbulkan 
eksotisme tersendiri. Sayang puluhan tahun yang lalu saya belum punya binokuler, padahal burung 
burung indah berseliweran dalam hutan. 



Dan yang terindah adalah ketika saya diajak menyebrang ke pulau peucang. Untuk menuju pulau kita tidak perlu masuk ke hutan ujungkulon, kita bisa memakai perahu dari dermaga di desa terakhir di tamanjaya. Perjalanan menyusuri tepian semenanjung selama 2 jam kita akan disuguhi dengan pemandangan hutan sepanjang pinggir pantai, bahkan kalau cuaca sedang baik kita bisa melihat anak krakatau dari kejauhan. Dan ketika sampai di dermaga kita disuguhi pemandangan yang indaaaah.. Ikan ikan hias dengan bebasnya berenang di bawah dermaga, air laut yang beraih, pasir putih dan rusa yang sedang minum di pantai dengan bebasnya berkeliaran tidak merasa takut dengan kedatangan manusia. Dan setahun yang lalu saya kembali ke peucang tidak ada yang berubah, pantai masih tetap indah, site snorkeling yang hanya puluhan meter dari pantai masih menawan untuk diselami berjam jam tanpa bosan.dan tahun kemarin kita datang kembali bersama keluarga teman dengan membawa bayi umur 6 bulan *nekaaad. 

Kita dapat juga bermain ke padang penggembalaan banteng liar di pulau sebelah dan kalau jam nya pas dari menara kita bisa melihat banteng liar sedang merumput.. Waaah asiknyaaa...
Dan tahun in kita akan kembali membawa peserta beachventure camp..

Ini kali kedua ecoethno mengadakan adventure camp di pantai, setelah 2 tahun dilakukan di pegunungan kali ini kita akan kembali ke pantai. Dan peucang adalah pulau terbaik yang semoga bisa memberi kesan untuk peserta.

Karena peserta kali ini adalah anak anak umur 9-16 tahun , kita akan berpetulang dimulai dari bermalam di desa nelayan di tamanjaya, anak anak akan melihat bagaimana kehidupan di desa nelayan, melihat bagaimana makanan khas pedesaan diolah, melakukan sosialisasi dan permainan tradisional bersama anak anak desa..dan banyak hal..

Anak anak pun akan dibawa melihat keindahan alam seperti hutan, air terjun dan menghabiskan 2 hari di pulau peucang dan melihat padang penggembalaan banteng liar..
Kali ini eksplorasi kita melalui petualangan ini dimuati dengan berbagai hal , kita akan mencoba mengesplorasi keterampilan berkomunikasi, cara sharring, menentukan keputusan bersama teman dan yang paling penting bagaimana cara bernegosiasi dan bekerjasama dengan teman yang baru dikenal dalam berbagai kegiatan permainan.anak dan remaja akan dipisahkan dalam dua kelompok kegiatan yang berbeda dalam penekanan materi, meskipun mereka akan beraktifitas dalam lokasi yang sama. Diskusi, role playing dan 'mengenal diri' akan mewarnai kegiatan petualangan selama 1 minggu. Life skills menjadi titik tekan dalam beachventure kali ini,karena kita sangat menyadari bahwa banyak hal dalam hidup di masa mendatang tidak hanya bisa dipecahkan hanya dengan kemampuan inteletual yang tinggi, aspek ketahanan dalam mengatasi konflik, mengalahkan diri sendiri, percaya pada kemampuan diri dan tahu apa yang menjadi target dan tujuan dalam hidup tidak kalah pentingnya untuk dilatih sejak dini.

Khusus untuk kelas remaja kita akan mencoba berbincang, diskusi dan memantapkan arti diri seorang remaja, bagaimana menentukan identitas diri, mengatasi rasa galau sebagai remaja dan banyak hal mudah mudahan bisa memberi sedikit warna dalam kehidupan mereka.

Bagi anak anak yang beragama islam, materi ibadah darurat menjadi salah satu materi selama perjalanan. Dan seperti biasa tujuan setiap perjalanan kita akan kental dengan nuansa environmentalisme, anak anak akan belajar bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik terhadap lingkungan. Konsep recycle, reuse dan reduce serta penghargaan akan kearifan tradisional.

Dan saya berharap.. Ini tidak hanya jadi satu perjalanan berpetualang...tetapi menjadi kuasan tinta untuk jiwa para peserta bahwa banyak hal berharga yang perlu mereka jaga di dunia ini..dan semoga pengalaman dapat menorehkan banyak hal positif dalam diri mereka di masa datang..
Mudah mudahan...











Sesuatu yang datangnya dari hati itu akan datang sendiri
Tidak perlu dipaksa 
Tidak perlu diingatkan
Karena tindakan adalah cerminan hati...

Sunday, March 24, 2013

Ulin di bandung

Ah lama tidak menulis di sini..
Seperti biasa terjebak urusan berbagai macam hal.
Salah satunya adalah dalam sebulan terakhir saya jumpalitan meng arrange kegiatan Ulin Di Bandung.
Awalnya saya tidak pernah mau membuat kegiatan pendek di kota, tetapi teman saya anne mengajak saya membuat kegiatan pendek. Idenya dia di awal sih ingin membuat 'mini kidzania' dengan lebih 'real' di bandung. Dari pembicaraan bergulir sehingga keluarlah konsep ulin di bandung.
Ulin di Bandung pada awalnya hanya ingin mengajak anak anak menggeluti hobi baru yaitu fotografi, muatan muatan lain yang sebetulnya kental adalah kita ingin kembali mengajak anak anak kembali ke dunia bermain non virtual mengingat anak anak sekarang sudah begitu terikat dengan tv, internet, games di komputer.kita ingin motorik kasar dan halus anak kembali terasah, dan diatas itu semua konsep 'creativity, environmental and culture awareness' menjadi materi utama.
Kebetulan tanggal 22 adalah world water days sehingga bertepatanlah urusan kualitas air dan bagaimana cara menghemat air menjadi titik tekan di ulin di bandung selain mengenalkan kembali anak anak pada permainan , makanan dan transportasi ala bandung.

Awalnya saya ragu, konsep ini bisa diterima orangtua tidak ya, apalagi kegiatannya berbayar, yg kata beberapa orang cukup tinggi tapi ya bagaimana lagi, untuk operasional nya memang cukup tinggi karena saya seperti biasa ingin semua dijalankan dengan kualitas terbaik dan bukan asal jadi. 

Alhamdulilah setelah berjibaku mempromosikan kegiatan ini selama sebulan betul betul sendiri dan hanya dibantu ica untuk menyiapkan tools promosi terkumpul 40 anak (3 orang batal hadir , seharusnya 43 anak) dari berbagai kota (bogor, bekasi, jakarta dan bandung) dan juga kita mulai memanfaatkan remaja remaja yg masih anak kawan kawan saya untuk mereka mencoba berkegiatan (mereka hanya menjaga pos pos dalam treasure hunts games) dan para chaperone yang meskipun baru bergabung dengan ecoethno tapi mereka profesional dalam menghandle adik karena mereka guru guru sebuah sekolah di bandung yang mempunyai concern lebih di bidang lingkungan dan budaya.

Kegiatan lumayan rame meskipun ada pemotongan kegiatan di taman cilaki karena hujan mendadak turun di siang hari. But everything under control and we all happy..
Saya bahagia meskipun kegiatan ini terus terang tidak mendapatkan keuntungan secara finansial, tapi saya senang ketika melihat anak anak dengan penuh rasa ingin tahu menjelajah hutan(mereka tidak menyangka bahwa di kota bakal ada hutan), bagaimana mereka belajar manner dalam mewawancara setiap profesi yang mereka temui di jalan, belajar menawar ongkos delman dengan baik, belajar memasak langsung snack khas bandung dan live lho di jongko pedagangnya..dan paling asik adalah ketika meskipun waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore waktunya anak anak bubar mereka masih rame rame membuat art n craft.

Yang jelas menyenangkan, selalu menyenangkan melihat anak anak bergembira. Apalagi kita dipercayai menghandle cahya dan nelta , dua anak istimewa penyandang CP yang ternyata wuiih mereka bisa mengikuti seluruh kegiatan dengan baik.

So..sampai jumpa di petualangan selanjutnya di liburan panjang, beach adventure camp di plau peucang. Insha Allah.


Tuesday, March 5, 2013

Try to be the better me

I clean up the mess..
Hari ini memang penuh ujian buat saya
Sudah sejak lama saya menahan diri untuk tidak melakukan 'kekerasan' dalam memecahkan banyak persoalan, saya belajar menjadi diri yang baru dengan banyak menahan 'mengumbar kemarahan' dengan cara yang tidak perlu seperti berkata kata dengan gaya straight, cynical, atau memberi 'ultimatum' dengan gaya 'keras'. Tapi hari ini saya harus berjuang setengah mati untuk menahan diri dengan berbagai masalah dalam pekerjaan, saya berusaha tidak menyalahkan orang lain, berusaha menjadi diri saya yang lebih baik dan pada akhirnya dalam sehari saya terombang ambing menahan marah, melontarkan peluru kemarahan dan pada akhirnya berusaha calm down kembali. Wuihhh..berusaha menjadi lebih baik itu ternyata sulit. Tuhan punya ribuan cara untuk membuat saya terlibat lagi dalam berbagai kekacauan yang menuntut saya 'clean up the mess' dan saya berusaha membersihkan semuanya dengan menahan emosi. Ita not as simple as that..
Mungkin orang akan terheran heran melihat saya yang bisa berubah dari gaya calm down menjadi meledak ledak dan 'Galak' setengah mati..but i try..i try to be better than before.

Dan betul, Dia jago membuat hidup seseorang berwarna setelah saya tadi siang merasa bisa sedikit 'calm down' tiba tiba BB saya mati dan tidak bisa dinyalakan kembali . sungguh saya berusaha mati matian menjaga pikiran dan perasaan saya untuk tidak menganalisa dan menyalahkan orang lain atau bbm grup yang selalu bikin nge hang BB saya...dan berusaha tenang dan kembali 'clean up the mess'..

Dan saya merasa seperti mahluk di jaman batu dengan hp sementara yang hanya bisa sms dan menelepon , oh..bahkan emoticon pun tak ada di hp ini hihihi...

* try to be easy like sunday morning...